Jaringan Komputer Dasar

 

KELAS C

Di bagi 2:

2n=2

21=2

n n N nhhhhhhh
11111111 11111111 11111111 10000000
255 255 255 128

255                  255                  255                    128

2h-2=27-2=128-2=126

Network Address 192.168.1.0 192.168.1.128
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.129
Host Terakhir 192.168.1.126 192.168.1.254
Broadcast Address 192.168.1.127 192.168.1.255

CIDR  : 192.168.1.0 /25

                                           ssxzaaa

                                                        

IP kelas B dibagi 4

KELAS B

Di bagi 4:

2n=4

22=4

N n nnhhhhhh h
11111111 11111111 11000000 00000000
255 255 192 0

2h-2=214-2=16384-2=16382

 

Network Address 172.16.1.0 172.16.1.16384 172.16.1. 32768 172.16.1. 49152
Host Pertama 172.16.1.1 172.16.1.16385 172.16.1. 32769 172.16.1. 49153
Host Terakhir 172.16.1.16382 172.16.1. 32766 172.16.1.49150 172.16.1. 65534
Broadcast Address 172.16.1.16383 172.16.1. 32767 172.16.1. 49151 172.16.1. 65535

CIDR                   : 172.16.1.0 /18

Untitled-1hjggh

Iklan

sahabat masa SMA sampai sekarang

sahhbt.jpg

Pastilah seru, memiliki teman yang asyik di ajak main dan melakukan banyak hal bersama-sama. Masih ingatkah kamu dengan teman di masa-masa sekolah jaman dahulu?

Khususnya teman ketika kamu duduk di bangku SMA. Tiga tahun bersama mereka, merupakan waktu yang cukup singkat untuk mengetahui karakter dan watak dari masing-masing dari kalian.

Masa SMA merupakann masa sekolah yang indah dan menjadi momen tak terlupakan, serta terus membekas dalam benak.

Karena dari sanalah, kita dipertemukan dengan sahabat-sahabat terbaik bahkan bisa jadi dipertemukan dengan belahan jiwa yang akan menemani hidup kita.

Mereka yang kita sebut dengan ‘genk’atau teman seperjuangan jaman dulu, menjadi sahabat yang hingga kini masih menjadi orang terdekat.

Mereka bahkan menjadi motivator dalam perjuanagn hidup kita. Maka tidak heran meskipun jarak dan kesibukan memisahkan, selalu ada waktu untuk saling melepas rindu dan saling berbagi cerita tentang banyak hal.

Apapun itu, mulai dari bernostalgia tentang kekonyolan, keseruan dan ‘kebandelan’ masa SMA, hingga cerita tentang rencana-renacana masa depan.
Mengapa teman SMA begitu membekas dan menjadi sahabat spesial di hati? Mungkin ini alasannya.
1Mereka Selalu Membuat Seru Harimu

Meskipun kamu memiliki karakter yang berbeda dan mungkin bertolak belakang, entah mengapa semua itu malah membuat kalian bersatu, menajdi genk main bahkan sahabat sejati.

Kog bisa ya? Perbedaan itu yang membuat acara kumpul bareng menjadi lebih seru. Banyak cerita unik yang bisa dibagi bersama teman-temanmu.

Mulai dari kisah temanmu yang kocak, lucu, memalukan bahkan syahdu membuat derai-derai air mata. Perbedaan itulah yang menyatukan walaupun terkadang bisa membuat sedikit keributan.

Well, apapun itu, mereka yang membuat hari kita selalu seru!
2Partner Tumbuh Menuju Pribadi yang Lebih Dewasa
http://www.lazuardi-high.sch.id

Masih ingatkah kamu kapan pertama kali dipertemukan dengan sahabat sejatimu saat SMA? Keakraban yang kalian jalin selama ini mungkin berawal dari pertemuan yang tak terduga bahkan bisa jadi dari hal konyol.

Kalian mulai berpetualang bersama menjalani masa-masa sekolah bersama, melalui banyak hal bersama.

Mulai dari semangat belajar bersama, ambisi dengan sebuah cita-cita hingga masalah dalam persahabatan yang tak pernah kalian bayangkan sebelumnya, dan lain-lain.

Semua itu membuatmu mengalami pengembangan diri dan mengubahmu menjadi sosok yang lebih dewasa.

So, bukan hal aneh lagi jika teman SMA selalu lekat di hati, karena merekalah partner yang mengubah kita menjadi pribadi yang lebih dewasa.
3Penghibur Saat Sedih

Tidak kebayang, dulu PR yang diberikan guru sangat banyak. Belum lagi kita dihadapkan dengan guru yang killer, hal itu membuat kita stres dan galau.

Pada masa itu, gejolak dalam diri juga masih belum stabil. Kita masih menjadi pribadi muda yang memiliki keinginan sangat tinggi dalam mengekspresikan diri.

Dan tidak menyangka dalam perjalanan hidup saat itu, kita mengalami banyak hal mulai dari hal yang menyenangkan hingga kisah menyedihkan.

Namun, akan ada mereka yang siap menghiburmu saat kamu sedih. Dan merekalah yang membuatmu tersenyum kembali.

Bagaimanapun caranya, mereka bisa membuatmu lupa akan pengalaman pahit yang kamu alami.
4Mereka Adalah Konsultan Hebat Setelah Orang Tuamu
sheilaandriyani.files.wordpress.com

Kadang curhat dengan teman lebih bisa terbuka daripada dengan orang tua, mungkin itu yang dulu kamu rasakan.

Banyak hal yang bisa kamu luapkan pada mereka, segala rasa yang mengganjal di hati, baik suka, sedih, jengkel dan lainnya.

Meskipun tidak memberikan penyelesaian yang sempurna, mereka membuatmu merasa jauh lebih baik.
5Mesin Waktu yang Mengubahmu Jadi ‘Anak Labil’ Saat Bersama
sridepi12wordpress.com

Saat berkumpul bersama mereka, entah mengapa diri ini menjadi seperti anak muda lagi.

Meskipun, saat ini kamu sudah menjadi orang ‘besar’ dengan jabatan tinggi, tapi saat kamu bersama teman SMA mu, kamu akan menjadi manusia labil.

Segala kekonyolan, candaan dan tawa bisa kita lakukan. Mereka seakan membawa kita kepada masa-masa remaja saat itu. Mereka membuat kita menjadi pribadi apa adanya yang seolah tak ada beban.

Itulah beberapa hal yang menajdikan teman-teman SMA sulit dilupakan. Mungkin sampai saat ini diantara kalian masih dekat dengan genk main dari SMA.

Berterima kasihlah, ‘kerumitan’ masa SMA dulu membuat kita lebih dekat dan menjadi lebih dari sekedar teman. Mereka adalah titipan Tuhan yang tak akan tergantikan.

chicken-egg

Manis di bibir lain di hati

manis-dibibir-lain-di-hati.jpgSaya memiliki seorang teman bernama Yoppi. Ketika tulisan ini dibuat, dia sedang bergumul dengan salah satu anak bimbingannya. Dalam penuturannya ketika bercakap-cakap dengan saya, dia menceritakan bahwa anak bimbingannya ini bisa dikatakan bermuka dua. Ketika berhadapan dengannya dia seakan patuh dan menurut. Tetapi saat dia sudah pergi, anak itu tidak mau melakukan apa yang dia katakan. Tentu saja Yoppi dibuat pusing karena tidak tahu apa maunya anak ini, karena di satu sisi kelihatannya dia menurut, namun disisi lain dia membantah komitmennya. Mendengar ceritanya, saya hanya bisa berkata sabar aja, ini ujian buat kamu agar lebih tabah karena orang dengan tipe unik namun menyebalkan seperti ini akan membuat kita belajar memiliki karakter kesabaran.
Lain di bibir lain di hati, itulah yang lebih suka saya tulis karena kalau saya menulis munafik, kesannya terlalu kasar. Saya pernah mengalami situasi seperti Yoppi, Anda pun mungkin pernah juga mengalaminya. Kita jengkel, marah, emosi, saat berhadapan dengan orang yang tak bisa di pegang kata-katanya apalagi perbuatannya. Di depan kita dia berkata akan patuh dan hormat, namun di belakang kita dia melecehkan dan menganggap kita bukan siapa-siapa. Sudah pasti kita tersinggung dan inginnya tidak usah lagi berhubungan dengannya. Bikin makan hati. Tetapi kita tetap harus berhubungan dengannya karena sebagai seorang Murid, kita harus bisa menjadi garam dan terang dalam hidupnya. Kalau kita sudah tahu dia memiliki karakter buruk, kitalah yang harus aktif memberikan bimbingan dan teladan supaya dia lambat laun berubah. Bukannya pergi menjauh dan tak mau bersusah-susah. Itu egois namanya.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita sendiri bermuka dua? Banyak orang tanpa sadar bermuka dua sehingga sebagian besar orang segan berhubungan dengannya. Ciri-ciri orang bermuka dua adalah di hadapan si A dia sangat hormat, patuh dan seakan baik-baik saja. Tetapi ketika si A berbalik, dia menjelek-njelekan si A kepada si B atau dia tidak melakukan apa yang si A perintahkan persis seperti perumpamaan yang Yesus berikan. Kita berkata Ya namun perbuatan kita berkata TIDAK. Mulut kita mengaku percaya Tuhan dan rela menyerahkan hidup kita untuk-Nya, namun tindakan kita menunjukkan kita tidak percaya Tuhan dan untuk kolekte saja kita merasa berat hati. Tuhan hanya memberkati orang Kristen yang jalannya lurus. Segera ubah karakter Anda kalau selama ini Anda bermuka dua. Memang sangat tidak nyaman saat kita harus berani mengakui aib diri sendiri, namun itu jauh lebih baik daripada kita suatu hari sangat dipermalukan oleh benih-benih dosa yang kita tabur. Akhir kata, orang yang seiya sekata dalam ucapan dan perbuatan adalah orang yang dapat dipercaya dan memiliki banyak teman. Gunakan hidup Anda untuk bisa menjadi berkat baik melalui tutur kata maupun perbuatan.
readmap

Makna perpisahan

perpisahan
         Dalam kehidupan cinta sebuah pertemuan dan perpisahan adalah hal yang biasa, dimana sebuah pertemuan mayoritas membawa kebahagiaan bagi yang mengalaminya dan perpisahan menjadi ketakutan yang begitu besar karena selalu ada air mata kecewa,luka dan kesedihan didalamnya. Banyak orang berkata “Saya menyesali perpisahan ini”, perpisahan selalu dijadikan kambing hitam dengan segala penuduhan terhadapnya. Tapi bukankah pertemuan yang seharusnya disalahkan? Karena jika tidak pernah ada pertemuan maka tidak akan ada yang namanya perpisahan. Dan memang begitulah hidup. Makna terpenting dalam suatu hubungan cinta bukanlah pada “pertemuan” atau “perpisahan” tapi lebih kepada moment-moment yang terjadi diantara mereka yang sering kali kita lupakan saat perpisahan itu datang, moment yang terjadi setelah adanya “pertemuan” dan sebelum adanya “perpisahan”. Moment yang memberikan kita pelajaran hidup, lebih dari sekedar “take n give”, lebih dari sekedar “pengendalian ego”, lebih dari sekedar “toleransi”. Memaknai sebuah kebersamaan jauh lebih penting dibandingkan mengenang waktu “pertemuan” atau menyesali waktu “perpisahan”.
       kita dilahirkan dimuka bumi ini karena ada cinta dan tumbuh dewasa dengan adanya kasih sayang. walau sebagian orang selalu berangapan sebaliknya yaitu mereka bisa hidup tanpa cinta. Tanpa mereka sadari sebenarnya mereka selalu di kelilingin oleh cinta dan kasih sayang dari orang terdekat mereka baik dari keluarga, teman, dan pacar. setiap orang punya urutan dan batasan rasa cinta dalam hidup nya.
Terkadang orang mudah untuk memulai suatu hubungan dengan berlandaskan cinta dan terlalu bahagia dalam menjalaninya. mereka  selalu siap untuk mencitai seseorang namun satu hal yang tidak mereka sadari bahwa mereka belum mempersiapkan bagaimana jika orang yang kita sayangin pergi untuk meningalkan kita.
Sehingga terkadang kita lebih menyalahkan cinta dan mulai mencacimakinya jika semua itu sudah terjadi. Padahal kita semua tau dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. ini lah arti perpisahan dalam cinta, karena kita terlalu mudah dan bahagia  dalam menjalani awal cinta sehingga kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk
berpisah suatu saat nanti. padahal kekuatan cinta yang sebenarnya adalah dimana kita bisa rela dan ikhlas disaat orang yang kita sayangin pergi untuk meniggalkan kita. jika kita bisa dan mampu melewati itu maka kita akan mengerti bahwa perpisahan dalam cinta ada bukan untuk ditangisi dan juga bukan untuk di sesali tapi untuk dijalani dan di jadikan pelajaran dalam hidup.
mail

jangan takut menghadapi hidup

jalan

Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: �

� Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.�.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah momok dalam kehidupan kita. Dan ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: �

� Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.�.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: �

� Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.�.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah momok dalam kehidupan kita. Dan ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: �

� Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.�.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah momok dalam kehidupan kita. Dan ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.

readmap.gif

jangan bohongi diri sendiri

Rasanya menyedihkan ya kalau kita menemukan seseorang yang sedang menggunakan topeng di masyarakat.menjadi orang yang sama sekali bukan dirinya. ini banyak terjadi di lingkungan kita.akibat rasa gengsi,misalnya,kita kerap berpura-pura menjadi orang lain demi diterima di lingkungan pertemanan kita.rasa ingin membanggakan diri sendiri(ujub)memaksa kita menjelma orang lain.

‘ujub adalah perasaan mengagumi diri sendiri,yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain.

Setiap orang memang mempunyai kelebihan tertentu yang belum tentu dimiliki oleh oran lain.tapi,

Milik siapakah sesungguhnya semua kelebihan itu?

Semua yang kita miliki adala milik allah yang dipinjamkan kepada kita agar kita dapat memanfaatkannya dan sebagai ujian bagi kita.tak ada seorang pun yang memiliki sesuatu di alam semesta ini,ssekecil apa pun,kecuali berasal dari allah Ta’ala

Mengapa ujub bisa muncul di hati kita?karena

Banyak dipuji orang

Pujian seseorang secara langsung kepada orang lain dapat menimbulkan perasaan ‘ujub pada diri orang yang dipujinya.jika tidak dikelola dengan tepat,pujian itu akan membuat seseorang berbangga hati dengan apa yang telah dilakukannya.jika sudah demikian ,ia akan dekat dengan kebinasaan dan kegagalan.

Orang yang terlena dengan pujian biasanya malas berbuat lebih dari yang pernah ia kerjakan .baginya,pujian yang dating selama ini cukup membuatnya merasa puas dengan hidupnya

Cerdas

Orang yang mempunyai intelektualitas dan kecerdasaan yang lebih biasanya bangga dengan dirinya sendiri dan kadang terkesan sombong,karena merasa mampu menyelesaikan segala permasalahaan tanpa campur tangan orang lain.kondisi seperti itu membuatnya merasa paling benar sendiri.tidak mmau bermusyawara,menganggap lemah orang-orang yang tak sependapat denganya,dan mengabaikan pendapat orang lain.

Memiliki kesempurnaan fisik

orang yang memiliki kesempurnaan fisik,seperti paras yang cantik atau tampan,suara,yang bagus,postur tubuh yang ideal,atau kulit tubuh yang bersih,lalu melupakan bahwa semua itu adalah nikmat allah yang bisa lenyap,akan mudah terjangkit sifat’ujub,

terimah kasih semoga bermanfaat

 

Kerelaan Hati

kerelaan hati.jpg

Tak banyak orang memahami akan Kerelaan Hati,
Apa yang dilakukan selalu berorientasi pada diri sendiri dan kelak pada kebutuhan orang lain.
Manusia selalu ingin dipuaskan dalam menikmati segala sesuatunya,
Terkadang tanpa memikirkan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Saat melakukan sesuatupun juga, maka yang ada di pikirannya hanya dirinya sendiri.
Kalaupun ada orang lain yang meminta sesuatu darinya,
Belum tentu dia menyanggupi dengan gembira dan senang.
Kalau pun ada yang melakukannya seringkali ada pamrih dan imbalan atas apa yang diberikan,
Sepertinya sulit untuk mendapatkan sebuah kerelaan yang lahir dari hati yang tidak egois.
Dunia telah melatih kita untuk hanya hidup bagi dirinya sendiri.
Kalaupun hidup dengan banyak orang, maka dialah yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Namun ketahuilah oleh kita, apabila hati ini terbiasa untuk berbagi dengan banyak orang.
Pasti ada tambahan kesukaan dan sejahtera serta kedamaian yang akan kita peroleh.
Mungkin kita hanya akan berkata ya apabila yang kubantu tahu diri dan berterima kasih.
Pastinya hati ini menjadi senang dan merasa berharga apa yang kita kerjakan.
Namun apabila yang dibantu tidak tahu diri dan berterima kasih maka hati ini bisa runyam.
Mari kita lihat siapakah di dunia ini yang paling rela dengan diri kita ??
Bukankah Sang Pencipta kita yang senantiasa 24 jam rela untuk menjagai kita tanpa terlelap.
Supaya hari-hari kita bisa dilewati dengan penuh kedamaian dan sukacita.
Apakah Dia menuntut terlalu berlebihan manakala kita pun tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih atas anugerah dan kebaikan-Nya..
Bila kita mau belajar maka Pencipta mengajari kita untuk selalu punya hati yang rela dan ikhlas..
Hati yang selalu dipenuhi oleh kesadaran bahwa kerelaan menimbulkan kedamaian dan ketenangan..
Maukah kita belajar melihat kebaikan orang lain ketika berinteraksi dengan kita,
Perjalanan hidup masih terbentang luas di hadapan kita dan waktunya tidak ada yang tahu batasannya.
Bila ingin hidup ini bernilai, belajarlah untuk memiliki hati yang rela kepada siapapun juga.
Sebab tak ada manfaatnya bila kerelaan hati yang kita peroleh ini tidak bersedia hanya untuk diri sendiri bukan kepada sesama.
Tuhan menciptakan manusia untuk bisa saling berbagi dengan sesamanya.
Mulailah dengan perkara sederhana dimana setiap hari berterima kasih dengan hembusan nafas yang kita hirup.
Karena kerelaan… memberikan hidup menjadi lebih berharga dan bernilai bagi banyak orang…

Tak banyak orang memahami akan Kerelaan Hati,
Apa yang dilakukan selalu berorientasi pada diri sendiri dan kelak pada kebutuhan orang lain.
Manusia selalu ingin dipuaskan dalam menikmati segala sesuatunya,
Terkadang tanpa memikirkan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Saat melakukan sesuatupun juga, maka yang ada di pikirannya hanya dirinya sendiri.
Kalaupun ada orang lain yang meminta sesuatu darinya,
Belum tentu dia menyanggupi dengan gembira dan senang.
Kalau pun ada yang melakukannya seringkali ada pamrih dan imbalan atas apa yang diberikan,
Sepertinya sulit untuk mendapatkan sebuah kerelaan yang lahir dari hati yang tidak egois.
Dunia telah melatih kita untuk hanya hidup bagi dirinya sendiri.
Kalaupun hidup dengan banyak orang, maka dialah yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Namun ketahuilah oleh kita, apabila hati ini terbiasa untuk berbagi dengan banyak orang.
Pasti ada tambahan kesukaan dan sejahtera serta kedamaian yang akan kita peroleh.
Mungkin kita hanya akan berkata ya apabila yang kubantu tahu diri dan berterima kasih.
Pastinya hati ini menjadi senang dan merasa berharga apa yang kita kerjakan.
Namun apabila yang dibantu tidak tahu diri dan berterima kasih maka hati ini bisa runyam.
Mari kita lihat siapakah di dunia ini yang paling rela dengan diri kita ??
Bukankah Sang Pencipta kita yang senantiasa 24 jam rela untuk menjagai kita tanpa terlelap.
Supaya hari-hari kita bisa dilewati dengan penuh kedamaian dan sukacita.
Apakah Dia menuntut terlalu berlebihan manakala kita pun tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih atas anugerah dan kebaikan-Nya..
Bila kita mau belajar maka Pencipta mengajari kita untuk selalu punya hati yang rela dan ikhlas..
Hati yang selalu dipenuhi oleh kesadaran bahwa kerelaan menimbulkan kedamaian dan ketenangan..
Maukah kita belajar melihat kebaikan orang lain ketika berinteraksi dengan kita,
Perjalanan hidup masih terbentang luas di hadapan kita dan waktunya tidak ada yang tahu batasannya.
Bila ingin hidup ini bernilai, belajarlah untuk memiliki hati yang rela kepada siapapun juga.
Sebab tak ada manfaatnya bila kerelaan hati yang kita peroleh ini tidak bersedia hanya untuk diri sendiri bukan kepada sesama.
Tuhan menciptakan manusia untuk bisa saling berbagi dengan sesamanya.
Mulailah dengan perkara sederhana dimana setiap hari berterima kasih dengan hembusan nafas yang kita hirup.
Karena kerelaan… memberikan hidup menjadi lebih berharga dan bernilai bagi banyak orang…Tak banyak orang memahami akan Kerelaan Hati,
Apa yang dilakukan selalu berorientasi pada diri sendiri dan kelak pada kebutuhan orang lain.
Manusia selalu ingin dipuaskan dalam menikmati segala sesuatunya,
Terkadang tanpa memikirkan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Saat melakukan sesuatupun juga, maka yang ada di pikirannya hanya dirinya sendiri.
Kalaupun ada orang lain yang meminta sesuatu darinya,
Belum tentu dia menyanggupi dengan gembira dan senang.
Kalau pun ada yang melakukannya seringkali ada pamrih dan imbalan atas apa yang diberikan,
Sepertinya sulit untuk mendapatkan sebuah kerelaan yang lahir dari hati yang tidak egois.
Dunia telah melatih kita untuk hanya hidup bagi dirinya sendiri.
Kalaupun hidup dengan banyak orang, maka dialah yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Namun ketahuilah oleh kita, apabila hati ini terbiasa untuk berbagi dengan banyak orang.
Pasti ada tambahan kesukaan dan sejahtera serta kedamaian yang akan kita peroleh.
Mungkin kita hanya akan berkata ya apabila yang kubantu tahu diri dan berterima kasih.
Pastinya hati ini menjadi senang dan merasa berharga apa yang kita kerjakan.
Namun apabila yang dibantu tidak tahu diri dan berterima kasih maka hati ini bisa runyam.
Mari kita lihat siapakah di dunia ini yang paling rela dengan diri kita ??
Bukankah Sang Pencipta kita yang senantiasa 24 jam rela untuk menjagai kita tanpa terlelap.
Supaya hari-hari kita bisa dilewati dengan penuh kedamaian dan sukacita.
Apakah Dia menuntut terlalu berlebihan manakala kita pun tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih atas anugerah dan kebaikan-Nya..
Bila kita mau belajar maka Pencipta mengajari kita untuk selalu punya hati yang rela dan ikhlas..
Hati yang selalu dipenuhi oleh kesadaran bahwa kerelaan menimbulkan kedamaian dan ketenangan..
Maukah kita belajar melihat kebaikan orang lain ketika berinteraksi dengan kita,
Perjalanan hidup masih terbentang luas di hadapan kita dan waktunya tidak ada yang tahu batasannya.
Bila ingin hidup ini bernilai, belajarlah untuk memiliki hati yang rela kepada siapapun juga.
Sebab tak ada manfaatnya bila kerelaan hati yang kita peroleh ini tidak bersedia hanya untuk diri sendiri bukan kepada sesama.
Tuhan menciptakan manusia untuk bisa saling berbagi dengan sesamanya.
Mulailah dengan perkara sederhana dimana setiap hari berterima kasih dengan hembusan nafas yang kita hirup.
Karena kerelaan… memberikan hidup menjadi lebih berharga dan bernilai bagi banyak orang…

 

klik disini https://www.youtube.com/watch?v=d7bSUxs2cKYhttps://www.youtube.com/watch?v=d7bSUxs2cKYhttps://www.youtube.com/watch?v=d7bSUxs2cKYhttps://www.youtube.com/watch?v=d7bSUxs2cKY

kesetian dan kejujuran

kejujuranmu

“Cinta dan Kesetiaan – dua sisi dalam satu mata keping yang tidak terpisahkan. Cinta menjadi landasan sebuah Kesetiaan. Di dalam kesetiaan terkandung nilai cinta yang mempersatukan. Sulit membayangkan ada cinta berdiri sendiri tanpa disertai kesetiaan. Demikian pula sulit memahami, ada sebuah kesetiaan tanpa landasan cinta di dalamnya. Cinta tanpa kesetiaan adalah kosong. Dan kesetiaan tanpa didasari cinta adalah kepura-puraan. Dalam kesetiaan ada komitmen yang perlu dengan tulus dan ikhlas.

Bila berucap tentang istilah kesetiaan dan kejujuran dalam perhubungan persoalan yang bermain main difikiran aku adalah di manakah letaknya bahagia? Sebagian orang berpendapat rasa bahagia ditemukan ketika kita mencapai apa yang dicita-citakan, didambakan dengan segenap harap. Tidak jarang juga belakangan kita merasa kebahagiaan yang datang dari terpenuhinya kenginan, agaknya cepat berubah menjadi kegelisahan.
Ketika kita yang berharap agar orang lain menerima kita, maka sesungguhnya kita tidak menerima diri mereka seadanya. Pabila kita merasa sulit untuk menerima dalam hati, maka belajarlah untuk menerima diri kita sendiri yang masih belum bersedia untuk menerima orang lain. (cewah!)
Dalam hubungan, setiap orang bertanggungjawab untuk menjaga hubungan dengan menerima diri dan orang lain dalam hidup kita. Dalam konteks entri ini, aku ingin menyatakan supaya mempercayai pasangan sedalamnya supaya tiada perasaaan prejudis yang boleh mengoyahkan sebuah hubungan. (benar!).
Di sebalik kejujuran dan kesetian mahupun kebahagian, bagi aku kita haruslah berhati hati. Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu kita utarakan padanya agar dapat mengurangkan beban yang ditanggung.

00020236klik disini

kerinduan terhadap kedua orang tua

Kesepian, kesendirian dan kerinduan adalah hal yang akrab dirasakan oleh kami anak rantau. Saat jauh dari orang tua, kami menyimpan permasalahan dan kerinduan kami sendiri tanpa harus bicara langsung pada mereka. Namun tidak pernah kami bagi keluh kesah yang terlalu berat itu.

Bila jauh dari orang tua, kami lebih memilih menceritakan hal yang baik-baik saja. Sebab kami tidak mau permasalahan mereka di tanah rantau semakin membebani pikiran mereka.

Ibu, walaupun kita berjauhan. Aku berjanji sekuat tenaga akan membahagiakanmu. Doa di setiap sujudmu selalu menyertai setiap langkahku menuju kesuksesan itu

Merantau bukanlah perkara sederhana. Jauh dari orang tua adalah hal yang paling sulit dijalani. Namun, berbahagialah mereka yang sedang berada di tanah rantau, semakin jauh dari orang tua, hati mereka justru semakin dekat.

Sejujurnya kesedihan terberat yang ada di hati anak rantau adalah jauh dari ibunya. Namun di lubuk hatinya pula, anak rantau percaya bahwa orang yang akan dia bahagiakan selain ayah adalah ibunya.

Selain ibu yang melahirkan, ibu juga punya frekuensi batin yang kuat dengan anaknya. Ibu bisa merasakan apa yang kami rasakan.

Kesendirian dan kesepian adalah hal yang setiap hari ku temui. Apakah aku sedih? Iya, tapi ini bagian dari sebuah perjuangan

Kesendirian merupakan hal yang sering dirasakan kami anak rantau. Namun apa yang sedang dirasakan sebenarnya ini jarang diungkapkan kepada orang tua. Bila tiba saatnya berkumpul bersama keluarga, itulah kebahagiaan sejati yang sebenarnya. Sebab ketika pulang kembali ke tanah rantau, tidak ada yang tahu apakah esok bisa berkumpul kembali.

Aku memang merindukan tanah kelahiranku, tapi kerinduan ini akan ku ganti dengan kesuksesanku nanti

Tanah kelahiran, tunggu kelak aku mengabdi padamu

Dalam diam dan kesepian, kami para perantau punya mimpi yang sangat besar. Tentu ada pengorbanan yang akan dilakukan, salah satunya menahan rindu pada tanah kelahiran. Dan kerinduan ini akan terbayar lunas saat pulang dan mengembangkan tanah kelahiran sendiri. Tunggu saat itu tiba.

Hidup hemat adalah bagian dari proses perjuangan. Aku yakin, tidak ada proses yang mengkhianati hasil

Nak, bapak ngirim uangnya telat seminggu ya? Bapak belum ada uang

Menyisahkan uang agar mampu bertahan dikemudian hari adalah hal yang biasa dilakukan oleh kami. Namun saat tahu bahwa orang tua telat mengirimkan uang bulanan, hanya 1 kata yang bisa mewakili perasaan: pasrah. Namun tak apa, itu merupakan bagian dari proses kehidupan. Sebab, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Semua permasalahan di tanah rantau kuselesaikan dengan buah pikiranku sendiri. Mandiri adalah pilihan

Saat sakit menerpa, jarang kami terus terang pada orang tua. Kami tidak mau merepotkan orang tua dengan banyak keluhan ini dan itu. Bila ditanya mengenai kabar, kami akan selalu menjawab bahwa kami selalu sehat. Kami tidak mau menambah beban pikiran orang tua.

Inilah yang sebenarnya ada di hati kami anak rantau, menyelesaikan sendiri setiap ujian kerikil tajam yang menyelimuti.

Ayah dan Ibu, mentalku akan jauh lebih tangguh dari yang kalian tahu

Kami mungkin punya mental yang jauh lebih kuat dibanding anak yang masih tinggal bersama orang tua. Setiap permasalahan yang ada kami hadapi dengan sendiri dan mandiri. Setiap kesepian yang datang kami lawan dengan ketegaran yang hebat. Bila rindu mengetuk hati, kadang hanya tangis yang kami tahan setiap malam.

Ayah dan Ibu, aku anakmu yang tangguh

Teruntuk orang tuaku, terimakasih telah mengizinkanku menjadi seseorang yang kuat menghadapi dunia

Hanya orang tua hebat yang merelakan anaknya pergi merantau. Orang tua tahu bahwa sangat berat melepaskan anaknya pergi ke tanah orang. Tapi, disitulah kehebatan orang tua, melepaskan anaknya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dibanding tinggal bersamanya. Kami menyadari bahwa kami punya orang tua yang hebat telah memberi sebuah kepercayaan besar pada kami untuk meraih kesuksesan di luar zona nyaman.

Ayah dan Ibu, terimakasih telah mempercayaiku. Kepercayaanmu tidak akan aku kecewakan. Janjiku, membahagiakan kalian dengan sung

00020236klikdisini